a. Nahdlatul Ulama mendasarkan faham keagamaan kepada sumber ajaran agama Islam:al-Qur’an, as-Sunnah, al-Ijma’ dan al-Qiyas.
b. Dalam memahami, menafsirkan Islam dari sumber-sumbernya di atas,
Nahdlatul Ulama mengikuti faham Assunnah wal Jama’ah dan menggunakan jalan
pendekatan (al-madzab):
-
di bidadang aqidah, Nahdlatul Ulama
mengikuti Ahlussnah wal Jama’ah yang dipelopori oleh Imam Abul Hasan al-Asy’ari
dan Imam Manshur al-Maturidzi.
-
Di bidah fiqh, Nahdlatul Ulama mengikuti
jalan pendekatan (al-madzab) salah satu dari madzab Abu Hanifah an-Nu’man, Imam
Malik bin Anas, Imam Muhammad bin Idris Asy-Syafi’I dan Imam Ahmad bin hanbal.
-
Di bidang tasawuf, mengikuti antara lain
Imam al_Junaidi al-baghdadi dan imam al-qhazali serta imam-imam yang lain.
c.
Nahdlatul Ulama mengikut pendirian, bahwa Islam
adalah agama yang fitri, yang bersifat menyempurnakan segala kebaikan yang
sudah dimiliki manusia. Faham keagamaan yang dianut oleh Nahdlatul Ulama bersifat
menyempurnakan nilai-nilai yang baik yang sudah ada, dan menjadi milik serta
ciri-ciri suatu kelompok manusia seperti suku maupun bangsa, dan tidak
bertujuan menghapus nilai-nilai tersebut.